Yakin boleh, karena sebagai pengusaha kita harus yakin dengan langkah dan keputusan kita. Namun yakin tanpa di iringi riset akan kebutuhan pasar adalah bumerang. Ibarat masak ayam geprek sambal rawit untuk menu makan siang di anak - anak sekolah Taman Kanak - kanak. Yakin banyak yang suka, tapi pasar tidak butuh, apa yang terjadi? Anak - anak TK tidak mau mengkonsumsi ayam geprek pedas itu meskipun ayam geprek itu nikmat bagi orang dewasa yang suka pedas.
Seorang kenalan pernah datang kepada saya dan menceritakan idenya untuk membuat produk bakso sehat. Menurutnya idenya ini sangat luar biasa, belum ada di daerahnya. Kalau ia buka produknya ini pasti banyak peminatnya. Namun kenyataan berkata lain, setelah ia buka….. Sepi.
Disuatu seminar bisnis saya pernah mendengar tentang seseorang yang memiliki ide untuk membuat produk "Coto Makasar Anti Kolesterol" menurutnya produknya ini sangat bagus, tapi setelah ia jual… sepi.
Apa yang bisa kita ambil dari cerita di atas? Hikmah apa yang bisa kita petik? Terlalu cinta dengan idenya, Tanpa mengedepankan strategi bisnis ibarat seorang ayah yang marah saat anaknya dihukum oleh guru disekolahnya tanpa mencari tahu penyebab sebenarnya kenapa anaknya dihukum.
Untuk menentukan produk apa yang baik untuk dijual, kita perlu melakukan riset, apakah banyak peminatnya? Apa saja derita dari calon pelanggan kita sehingga kita perlu memberikan solusi dengan produk yang kita tawarkan? Temukan jawabannya maka produk Anda akan lebih mudah untuk dijual dipasaran.
"Ingat, yang kita butuhkan bukan sekedar ide bisnis, tapi sesuatu yang dibutuhkan oleh target market kita"
Maka agar kita dapat menemukan produk yang baik dan dibutuhkan oleh target market kita, kita harus bisa menemukan "PAIN" dari calon customer produk kita, maka kehadiran produk kita akan menjadi solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi. Tentukan pula target market kita untuk memudahkan kita mengenali kebutuhan mereka dan apa yang mereka inginkan.
Lalu bagaimana cara mendefinisikan "Pain" dari calon customer kita?
Bagaimana cara mendefinisikan target market agar produk kita menjadi magnet bagi mereka?
Saya akan membahasnya secara khusus untuk Anda dilain kesempatan. Cukuplah kiranya artikel malapetaka terlalu terobsesi dengan produk untuk kali ini, semoga bermanfaat. Jika Anda memiliki pertanyaan atau ada komentar Anda tentang artikel ini, silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini. Semangat berjuang, salam sukses, sehat, bahagia!
"Bisnis itu bukan lah apa yang kita lakukan, melainkan bagaimana kita melakukannya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar